Kamis, 22 Maret 2012

Ekosistem dalam Al-Qur'an

Ekosistem dalam Al-Qur'an
Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang  merupakan kesatuan utuh menyeluruh  dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas  lingkungan hidup. Bila kita membicarakan mengenai konservasi ekosistem, maka hal tersebut merupakan bahasan kompleks yang tidak bisa lepas dari semua mahluk yang ada di bumi, baik faktor biotik maupun abiotik. Keseimbangan Ekosistem perlu ada penjagaan dan pengawasan dari manusia sebagai kholifah di bumi, karena bumi diciptakan dalam kondisi Seimbang atau ideal. Hal ini sesuai dengan QS. Al hajj ayat 63,
”Apakah kamu tidak melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu menjadikan bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui”. Ayat ini menjelaskan bahwa alam diciptakan dalam kondisi hijau, namun sekarang kerusakan alam (keseimbangan ekosistem berubah) karena ulah manusia. Sesuai dengan QS.Al-an’am ayat 6 yang membahas mengenai kerusakan di darat dan dilaut karena ulah manusia yang serakah.
Bumi ini cukup untuk menghidupi manusia seluruh alam, namun tidak akan mencukupi untuk dua orang yang serakah. Untuk itu sudah sewajarnya bila kita sebagai kholifah serta seorang biolog untuk turut serta menjaga dan melestarikan lingkungan.

Senin, 20 Februari 2012

Peri penunggu rawa



Demi malam yang telah membuai membesarkan ku,
Teringat ku akan gelak tawa riuh ITS
Nyanyian petang menyambut tetesan air yang menggenagi pelataran hati,
Mengalir mengiringi perjuangan kecil pulau buatan,
Meleleh….merembes dalam sanubari yang kian melemah karena ingatku akan hal itu

Rakit kecil yang kau sodorkan, ku tenggak bersama harum mentari pagi ujung jawa,
romantisme yang kau ciptakan, buat malaikat surga kian tertawa, cemburu akan keindahan apa adanya.

wahai peri kecil penunggu rawa….
sayap mungilmu itu akan terus berkembang,
merekah indah dalam kehidupan liar yang tak berujung,
memberi warna disetiap sudut jalan yang kau lewati,
meramaikan dunia dengan caramu yang berbeda.

Wahai peri kecil penunggu rawa….
Teruslah tersenyum, dan terus bernyanyi
Damai hati, lestari  hayati
hingga suatu nanti kau tak ingat lagi….
kapan terahir hidupmu berarti

Selasa, 14 Februari 2012

Filsafat Jawa

“ANGEH LAMUN SIRA NGERTI SAMPURNANING PATI, YEN ORA NGERTI SAMPURNANING URIP,,
Hidup itu seperti mendaki gunung,, pada saat kita baru mulai puncaknya terlihat jauh sekali, bahkan kadang tidak terlihat karna tertutupkabut,, terkadang kita lelah karna sudah berkali2 jatuh dan terpeleset, saat itulah kita harus beristirahat,, kita aka semangat ketika puncak sudah terlihat jelas,, kita akan terus berjalan bahkan berlari untuk sampai kesana, tp ternyata itu bukanlah puncak yang kita tuju, mungkin saat itu  kita frustasi dan patah semangat, pada saat itulah kita harus berhenti dan menenangkan pikiran,, kita akan sangat senang dan puas ketika mencapai puncakkarna kita melewati tebing2 terjal, terjatuh dan terpeleset berkali2 tp janganlah kau habiskan tenagamu dengan terlalu bersenang2 diatas,, karna kamu harus turun manakala ada orang yang ingin menuju puncak kamu bisa berbagi pengalaman dan memberi tahujalan terbaik untuk kesana,, dari cerita diatas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mencapai tujuan/impian tidaklah mudah, melainkan melalui perjuangan yang keras, terjatuh, dan terpeleset. Sedih boleh, kecewa tidak apa2, terpeleset sudah biasa, bahkan terjatuh pun tidak menjadi masalah,, asalakan kita mampu bangkit, berdiri, berjalan lagi bahkan berlari lebih cepat dari sebelmnya ,, by rozi
Sebenarnya penderitaan berasal dari diri kita,, kita terlalu banyak mengeluh dengan apa yang kita dapat, terlalu banyak keinginan, kurang bersyukur n tidak pernah berfikir bgitu besarnya kebahagian, anugrah, karunia dan nikmat yang diberikan Allah.. intinya berfikirlah positif maka anda akan mendapatkan yang positif-positif,, by rozi
1. URIP IKU URUP
[Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita]

2. MEMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRASTO DUR HANGKORO
[Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak]

3. SURO DIRO JOYO NINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
[Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar]

4. NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPO NGASORAKE, SEKTI TANPO AJI-AJI, SUGIH TANPO BONDO
[Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan/ mempermalukan, Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/ keturunan, Kaya tanpa didasari hal2 yg bersifat materi]

5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
[Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu]

6. OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN
[Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut dgn sesuatu, Jangan kolokan atau manja]

7. OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KAMAREMAN
[Janganlah terobsesi atau terkungkung dengan kedudukan, materi dan kepuasan duniawi]

8. OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, OJO CIDRA MUNDAK CILOKO. (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka]

9. OJO MILIK BARANG KANG MELOK, OJO MANGRO MUNDAK KENDHO
[Jangan tergiur oleh hal2 yg tampak mewah, cantik, indah dan jangan berfikir gamang/plin-plan agar tidak kendor niat dan kendor semangat]

10. OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO
[Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti].

11. ALANG ALANG DUDU ALING ALING , MARGINING KAUTAMAN.
[Persoalan persoalan dlm kehidupan bukan penghambat , jalannya kesempurnaan].

12. SOPO WERUH ING PANUJU SASAT SUGIH PAGER WESI.
[Dalam kehidupan siapa yg punya Cita2 luhur, jalannya seakan tertuntun] :)


 by : Rozi kamagayo

Senin, 13 Februari 2012

Contoh Undangan

No       : 007/KMGY/IV/2011
Lamp   : I        
Hal       : Undangan
Kepada Yth.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
di Tempat

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada seluruh hamba-Nya. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhamamad SAW, sahabat dan para pengikutnya yang setia sampai akhir zaman.
Sehubungan dengan akan Dilaksananya Peringatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . maka kami selaku pengurus mengharap kehadirannya besok pada :
Hari                  :
Tanggal            :
Waktu              :
Tempat :
Demikian surat undangan ini kami buat atas perhatiannya sampaikan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb


Yogyakarta, 5 Juli 2011

Pengurus
Keluarga Mahasiswa Grobogan Yogyakarta
KAMAGAYO




Ketua


Jack sparrow

Sekretaris


Septa 07



Rabu, 08 Februari 2012

Cikalang cristmash

Bunglon (Broncocela jubata)

Lalat mangsa lalat


Ekspedisi Riphidura javanica /Kipasan belang /Sikatan di tanah BERSEMI


Ekspedisi Riphidura javanica /Kipasan belang /Sikatan
Hari ke-1
Pagi itu (5 Februari 2012) mendung menutup cahaya surya, menyisakan suara pijakan kaki para petani kuat dari kabupaten Bersemi, di sebuah dusun kecil (Dusun Karang jati) sebuah kehidupan lain yang mulai terabaikan dimulai, kehidupan Biodiversity yang penuh dengan warna itu menggambarkan aktifitas timbal balik yang unik, dimana burung-burung bernyanyi bersautan memberi warna dalam panasnya dunia yang tak kunjung memperoleh kelayakan. Dari hati yang dalam, coretan ini mulai ku tuangkan.

Berawal dari keinginan mempunyai koleksi Foto si Riphidura javanica, perburuan pun dimulai. Bermodalkan sebatang Pocket Olympus dan amunisi secukupnya, secangkir kopi yang tinggal seseruputan  mulai ku tinggalkan dan melangkahkan kaki ke halaman belakang rumah. Ciiiiitt….cciiiittt….ccciiiiitttt…., si burung yang rukun menyambut. “Sepah kecil….itu nama yang tertera di SKJB…”  disusul siulan cipoh kacat, Bondol jawa dan Cucak kutilang.
 Walau banyak yang ditemui, terasa belum puas hati ini sebelum membidik si sikatan (nama local; Riphidura javanica). Setelah kurang lebih 30 menit menunggu, semangat menurun disertai meninggi dan memanasnya matahari.


“daripada bosen mending jeprat jepret serangga…” fikirku. Beberapa foto yang tak kalah syur dari beberapa jenis serangga yang belum tau namanya sempat terabadikan. “Cret…crettt…cret…cret……” terdengar suara sang pengobat Rindu. “Sikatan……………!!!!”ucapku lantang….Tanpa fikir panjang kuarahkan moncong kamera padanya. “Sulit…..”(gumamku). Memang kebiasaan riphidura yang selalu berpindah dari ranting satu keranting lainya menyulitkan perburuanku. Gagal lagi………..
Ya sudah lah….. besok kembali lagi.
Hari ke-2
Tak puas dengan hasil yang didapat dihari pertama, perjalanan dilanjutkan di hari kedua dengan strategi yang baru. Mendung pagi ini tidak menyurutkan perburuan akan Rhipidura javanica  setelah sekian lama tidak terlihat. Perjalanan dimulai dari arah barat tempat biasanya “Si belang” Rhipidura terlihat, menyusuri parit aliran air dusun karang jati. Walhasil setelah kurang lebih 43 menit ndekem (mengendap) bersama dengan puluhan nyamuk, akhirnya suara rhipidura terdengar. Cretttt creetttt….dengan nada tinggi dan irama cepat makin meninggikan semangatku yang sempat menurun. Ahhh…ituuuu…… terlihat sepasang Rhipidura beterbangan berpindah- pindah dari satu ranting ke ranting lain di pohon bambu/Bambusa/Pring. Sontak ku keluarkan senjata utama yang ku bawa (Pocket poenya….heheeh), cepret…ceprettt…. “Kamera miniku berbicara. Kok hasilnya gelap ya……” gumamku.

Owh ternyata karena matahari lagi kurang berbaik hati…..  sementara menunggu si mentari mengeluarkan batang hidungnya, ku isi waktu dengan melihat keindahan si belang. Kira-kira 08.02 matahari berbinar cerah secerah harapanku akan mendapat foto si belang

Foto 2

Foto 3

Foto 4

Foto 5

Foto 6



Lebih dari itu, sempat terlihat pula aktifitas si belang. Mulai dari beterbangan, berkicau, sampai berburu mangsa. Foto 1. Foto dimana si belang lagi berkicau bersautan dengan pasanganya dan diramaikan pula dengan burung lain, seperti : Cipoh kacat, Cinenen pisang, Sepah kecil dkk. Foto 2 : si belang lagi mengintai mangsa (serangga) di area persawahan yang ditanami padi. Foto 3. Si belang ambil posisi bersiap meluncur (Glyding) dan meluncur untuk menyambar mangsa. Foto 4. Terbang berputar-putar di area persawahan dan menyambar-nyambar serangga. Foto 5. Menikmati mangsa. Foto 6. istirahat

Tiada hal yang lebih menyenangkan dari menaklukan tantangan

Senin, 30 Januari 2012

Contoh abstrak


Abstract
Indonesia is one of the important place for migratory birds Purple-backed starling (Sturnus sturninus. One of them in the malioboro Yogyakarta which is where the rest of the population of Purple-backed starling (Sturnus sturninus). Purple-backed starling (Sturnus sturninus) can be recognized from, measuring a little small (6 cm), head and breast greyish, dark black backs, wings glistening-green with conspicuous white wing and flying styles typical Starlings. To find out the population of Purple-backed starling (Sturnus sturninus) performed by the method of data retrieval through census and assessments conducted ploting imaginer way out counting, counting birds that fly out location research. Data retrieval is performed early in the morning at 04.00 until 06.00 P.M. for three months (November-January).
Keywords: Yogyakarta, population, Chinese Starling.

Senin, 23 Januari 2012

Pantai PAGAK


Pesona  Pantai Pagak
Pagak merupakan salah satu pantai dikawasan Purworejo, pantai yang menjadi muara salah satu sungai purworejo ini menjadi salah satu tempat tujuan bagi para pengamat burung sekaligus pemburu, karena di sepanjang bibir pantai terdapat rawa yang membentang dan menyimpan ratusan satwa, termasuk burung. Bersama boyband yang digawangi Mufti rook-roko, Mang UN.com dan Siti Gandhoer serta Kurik ’08 perwakilan dari Tesia (Tim Ekspedisi Ornitologi Biolaska) meluncur ke TKP (pagak) walau salah satu personil Boy band (Avid dote) tidak bisa hadir dikarenakan Ngumbahi (bahasa endemik).


Indah pantai dengan ratusan buah contoman (nama local red), sejenis markisa hutan ini menjadi sasaran Biolaska dalam upaya berkontribusi di AWC (Asian Waterbird Census) dan JBW (Jogja Bird Walk) siang tadi (23 Januari 2012) bersama dengan Bionic dan KP3 UGM.
Sesampainya di TKP….Subhanallahhhh……kata yang pertama terucap karena riuh renyah suara Kareo padi bersahutan menyambut kedatangan tamu agung dari jogja. Bentang alam yang indah khas Rawa disuguhkan dengan berbagai kegiatan warga yang santun terasa. Belum lama setelah mengunyah sedikit bekal, oooooeeeeeee………..suara mang Un mengumandang setelah melihat rombongan Cikalang Crhistmas dan Cikalang kecil. Tak ketinggalan burung-burung pantai seperti kedidi putih, cerek jawa dkk ikut memeriahkan suasana.
 Serangga dan flora  juga ikut berpartisipasi dalam gelaran peragaan busana dengan mengutus belalang belang dan bunga teratai yang menambah sempurnanya suasana. Panas yang ada terbayar oleh wisata kuliner di rumah makan Siti Diniarsih setelah sebelumnya berpisah dengan rombongan mas imam, mbak alifi dan kawan2 lain. Ini surganya burung air, monggo sebelum WBWR diharap berlatih ke pagak min 2 kali….heheheeh

Tiada hal yang lebih menyenangkan selain menaklukan tantangan.

KURIK ‘08

Jumat, 20 Januari 2012

contoh cover miniriset


MINI RISET
Populasi Migrasi Burung Jalak Cina (Sturnus sturninus) Di Malioboro Yogyakarta   



Diajukan oleh :
Joko Setiyono
08640027

PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2011

Jalak Cina (Sturnus sturninus).

BAB I
 Pendahuluan 
 A. Latar belakang
               Yogyakarta merupakan salah satu tempat penting untuk pengamatan burung (Bird Waching) baik burung local maupun burung migran. Ada beberapa lokasi, diantaranya : Pantai Terisik untuk pengamatan burung perancah, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) untuk pengamatan passeriformes, ekowisata Nglanggeran yang merupakan salah satu spot pengamatan raptor (burung pemangsa) dan juga di pusat perkotaan Yoyakarta, tepatnya di Malioboro yang terdapat beberapa burung lokal dan migran. Khusus untuk daerah perkotaan terdapat banyak populasi burung migran di antaranya Layang-Layang Asia (Hirundo rustica), Alap-Alap Kawah (Falco peregrinus), Punai Gading (Trerun vernans) dan Jalak Cina (Sturnus sturninus).
              Menurut Howes (2003), setiap akhir September sampai Desember, berlangsung musim migrasi burung dari belahan bumi utara meliputi wilayah utara daratan Asia, Eropa, dan Amerika. Saat itu berbagai macam rantai makanan terputus oleh hibernasi berbagai spesies mangsa dan iklim ekstrem, sehingga ribuan individu bermigrasi melintasi benua menuju wilayah yang bisa mencukupi kebutuhan makan dan aktivitas hariannya. Indonesia adalah lokasi yang cocok sebagai jalur migrasi dan lokasi istirahat (resting sites) saat burung bermigrasi. Di antara yang bermigrasi adalah Jalak cina (Sturnus sturninus).
             Jalak cina (Sturnus sturninus) bermigrasi dari tempat berbiaknya di Siberia dan Cina, bermigrasi pada musim dingin ke Asia Tenggara dan Sunda pada bulan November sampai Maret. Jalak cina (Sturnus sturninus) merupakan burung dari famili sturnidae. Burung ini dapat dikenali dari ukuranya agak kecil (18 cm), dengan punggung gelap, kepala dan dada abu-abu, sayap hitam-hijau berkilau dengan garis sayap putih mencolok. Berkembang biak di Himalaya dan Cina, melakukan migrasi pada musim dingin ke Asia Tenggara dan Sunda Besar, di Indonesia kususnya di Sumatera tercatat sampai ketinggian 1100 mdpl (Mackinnon, 1988).                    
               Di Yogyakarta ditemukan koloni Jalak Cina (Sturnus sturninus) yang cukup besar, beristirahat di pohon beringin (Ficus benjamina) didalam istana kepresidenan, bersama-sama dengan koloni burung migran lain, seperti Layang-Layang Asia (Hirundo rustica). Namun belum ada data yang menyebutkan jumlah individu maupun koloni dari populasi Jalak Cina (Sturnus sturninus). Catatan burung-burung migran seperti sikatan emas (Ficedula xanthopygia), Jalak Cina (Sturnus sturninus) di Yogyakarta tidak mendapatkan perhatian yang cukup signifikan dari para pengamat burung lokal. Padahal migrasi Jalak Cina (Sturnus sturninus) di Yogyakarta marupakan jumlah terbesar di Indonesia. Atas pemikiran tersebut penelitian ini perlu dilakukan.

 B. Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan permasalahan pada penelitian ini adalah:
1. Berapa Populasi Burung Migrasi Jalak Cina (Sturnus sturninus) di Malioboro Yogyakarta?
2. Berapa jumlah koloni dari populasi Jalak Cina (Sturnus sturninus) di Malioboro Yogyakarta?
3. Bagaimana perbandingan jarak keluar antar koloni?
4. Apa saja jenis pohon yang digunakan Burung Jalak Cina (Sturnus sturninus) untuk istirahat

 C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang dirumuskan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui populasi Burung Jalak Cina (Sturnus sturninus) di Malioboro Yogyakarta.
2. Mengetahui jumlah koloni dari populasi Jalak Cina (Sturnus sturninus) di Malioboro Yogyakarta.
3. Mengetahui perbandingan waktu keluar antar koloni
4. Mengetahui Jenis pohon apa saja yang digunakan Jalak Cina (Sturnus sturninus) untuk istirahat

D. Manfaat yang Diharapkan
 Manfaat dari hasil penelitian ini mencakup manfaat akademis dan manfaat praksis. Manfaat akademis untuk menambah khasanah keilmuan khususnya yang berkaitan dengan burung Jalak Cina (Sturnus sturninus). Wujud kongkrit dari hasil penelitian tersebut memberikan informasi terbaru kepada masyarakat umum tentang besarnya populasi dan jenis pohon apa saja yang dijadikan tempat untuk beristirahat Jalak Cina (Sturnus sturninus) di Malioboro Yogyakarta. Manfaat praksis ini didasarkan pada penyadaran terhadap warga setempat, pengunjung dan pemerintah agar sinergi, sehingga menjadi satu gerakan massif dalam menjaga kelestarian populasi Jalak Cina (Sturnus sturninus).

E. Batasan Operasional
a. Populasi Jalak Cina (Sturnus sturninus) yang dimaksud adalah semua jumlah individu yang tinggal di lokasi                   penelitian.
b. Jumlah koloni Jalak Cina (Sturnus sturninus) yang dimaksud adalah semua jumlah koloni yang terlihat saat Jalak Cina (Sturnus sturninus) keluar dari tempat istirahat.
c. Jarak waktu antar koloni yang dimaksut adalah jarak waktu yang digunakan koloni untuk keluar dari tempat istirahat setiat 15 menit
d. Lokasi istirahat Jalak Cina (Sturnus sturninus) adalah semua jenis pohon yang di jadikan tempat tinggal di lokasi penelitian.
e. Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 15 november- maret

Kamis, 29 Desember 2011

Contoh surat lamaran pekerjaan

Yogyakarta, 13 November 2007 Kepada Yth, Recruitment & Selection Division PT. Sumber Alfaria Trijaya Po Box 1121 Semarang Perihal : Permohonan Lamaran Pekerjaan Dengan hormat, Sehubungan dengan iklan Bapak / Ibu yang dimuat di Alfamart Glagah Sari, Yogyakarta, dengan ini saya mengajukan surat permohonan bekerja sebagai Asisten Kepala Toko (SMART-AKT). Sebagai bahan pertimbangan, bersama ini saya sampaikan data pribadi saya sebagai berikut: Nama : Syaefani Arif Romadhon, S.S Umur : 23 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Pendidikan terakhir : Sarjana Sastra Inggris FSB UTY lulusan tahun 2007 Bersama ini saya lampirkan: 1. Daftar Riwayat Hidup 2. Fc. Ijazah Sarjana & Transkrip Nilai Sarjana 3. Fc. Sertifikat Komputer 4. Fc. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) 5. Pas Photo berwarna Demikianlah permohonan lamaran pekerjaan ini saya sampaikan, besar harapan semoga Bapak Ibu dapat mempertimbangkannya. Hormat saya, Syaefani Arif Romadhon, S.S DAFTAR RIWAYAT HIDUP DAFTAR PRIBADI 1. Nama Lengkap : Syaefani Arif Romadhon, S.S. 2. Tempat dan tanggal lahir : Brebes, 15 Juni 1984 3. Jenis Kelamin : Laki-laki 4. Kewarganegaraan : Indonesia 5. Status : Belum kawin 6. Alamat : Jl. Celeban Baru UH 3 Gang VII/804 Yogyakarta 7. No. Hp : 08122671425 / 0274-6501365 8. Email : syaefani84@yahoo.co.id 9. Hobby : menulis artikel, membaca, traveling, basket PENDIDIKAN 1. 1993-1996 :SDN 4 Brebes 2. 1996-1999 :SMPN 1 Brebes 3. 1999-2002 :SMAN 1 Bulakamba Brebes 4. 2002-2005 :D3 Bhs Inggris Fakultas Sastra & Budaya UTY (d.h ABAYO) 5. 2005-2007 :S1 Sastra Inggris Fakultas Sastra & Budaya UTY (d.h ABAYO) PENGALAMAN ORGANISASI 1. Speaking Club “TEC” UTY 2. MSA (Moslem Student Association) UTY PENGALAMAN KERJA 1. Trainning/PKL di BAPPEDA Yogyakarta (2004) 2. Trainning/PKL di Agen Turis TIC Yogyakarta (2006)] 3. Tentor Bahasa Inggris “Nusantara” Yogyakarta

Satwa di Yogyakarta


Rumah satwa dipusat kota Jogja

Seorang Birdwatcher Jogja sedang mengabadikan momen (Digiscoping ) foto Burung migran di Km-0 Malioboro Yogyakarta.Foto oleh : Joko setiyono
Bila kita bicara Yogyakarta, maka Malioboro adalah tempat yang tak bisa terlewatkan. Selain sebagai tempat pusat perbelanjaan yang dapat memuaskan dahaga para wisatawan dengan berbagai olah dan oleh yang unik, mulai dari pakaian khas Jogja (batik red) sampai pernak-pernik menarik berbagai model. Malioboro juga merupakan pusat mengekspresikan berbagai wujud kesenian yang biasa di pajang di sepanjang jalan malioboro hingga perempatan km-0, mulai dari nasi Kucing raksasa, guci, sampai patung tubuh manusia yang berbadan tumbuhan. Disamping beribu kesibukan yang tergambar di Malioboro disetiap harinya, ternyata Malioboro juga menyimpan peran penting dalam dunia hayati, bahkan bisa dikatakan bahwa malioboro adalah salah satu tempat penting (important site) bagi beberapa jenis hewan. Dikatakan demikian karena malioboro merupakan salah satu tempat transit bagi puluhan ribu burung migran (burung yang melakukan migrasi).
Migrasi burung merupakan perpindahan burung dari lokasi tempat burung menetap menuju lokasi baru yang lebih mendukung kehidupan. Baik dari segi pakan, predasi, maupun gangguan lain. Migrasi burung di km-0 malioboro diketahui berasal dari belahan bumi utara yang sedang mengalami musim dingin dimana saat itu seluruh rantai makanan terputus oleh hibernasi yang panjang. Seperti Jalak cina (Sturnus sturninus) yang bermigrasi dari Siberia. 
Moment migrasi burung merupakan hal yang menjadi Hotnews



dikalangan para pecinta burung tanah air, khususnya di Yogyakarta. Di Jogja (sapaan akrab Yogyakarta) fenomena yang hanya terjadi dari bulan September sampai Maret ini menjadi ajang untuk sekedar mengabadikan moment berupa foto, namun ada juga yang intens melakukan monitoring untuk dijadikan tulisan atau penelitian. Seperti perhitungan populasi Jalak cina (Sturnus sturninus) oleh Joko setiyono (Kurik) dari TESIA (Tim Ekspedisi Ornitologi Biolaska) yang mencapai 2.350 individu,  pengamatan perilaku Alap-alap kawah (Falco peregrinus) oleh Nurdin setio budi (Cempe) dari TESIA (Tim Ekspedisi Ornitologi Biolaska) dan perhitungan populasi Layang-layang asia (Hirundo rustica) oleh Satria agung purnomo (mas azat) dari TNGM (Taman Nasional Gunung Merapi) yang mencapai lebih dari 50.000 individu. Selain itu juga teramati Punai gading (Treron vernans), Sikatan emas (Ficedula zanthophygia), Caladi ulam (Dendrocopus macei), Cekakak jawa (Halcyon cyanoventris) dll yang belum mendapat perhatian lebih oleh para pengamat burung dan para akademisi Yogyakarta.


“Awali hari dengan peduli” Salam konservasi........


Oleh : Joko setiyono

Entri Populer