Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Peri penunggu rawa



Demi malam yang telah membuai membesarkan ku,
Teringat ku akan gelak tawa riuh ITS
Nyanyian petang menyambut tetesan air yang menggenagi pelataran hati,
Mengalir mengiringi perjuangan kecil pulau buatan,
Meleleh….merembes dalam sanubari yang kian melemah karena ingatku akan hal itu

Rakit kecil yang kau sodorkan, ku tenggak bersama harum mentari pagi ujung jawa,
romantisme yang kau ciptakan, buat malaikat surga kian tertawa, cemburu akan keindahan apa adanya.

wahai peri kecil penunggu rawa….
sayap mungilmu itu akan terus berkembang,
merekah indah dalam kehidupan liar yang tak berujung,
memberi warna disetiap sudut jalan yang kau lewati,
meramaikan dunia dengan caramu yang berbeda.

Wahai peri kecil penunggu rawa….
Teruslah tersenyum, dan terus bernyanyi
Damai hati, lestari  hayati
hingga suatu nanti kau tak ingat lagi….
kapan terahir hidupmu berarti

Senin, 03 Oktober 2011

kumbang taman


Dinginya angan
Dalam nyanyian petang sang kumbang mengaung
mengumandangkan dendang hati
menari bersama bunga papaya yang menggelayut gantungkan angan
peluh siang ini hilang oleh tiupan bayu sedap membubuh secangkir cerita romantisme dunia
kian lama siluman petang menutup keceriaan yang lengang termakan waktu
kini, sang kumbang hanya bisa menyaksikan papaya pujaan di cumbu dalam dingin sepi,
berharap menyisakan keceriaan untuk esok
dan memunculkan benih cinta yang tetap tumbuh oleh sapuan badai

Pesan Terahir burung



PESAN TERAHIR TAK SEMPAT TERUCAP
 
Ngilu mata memandang pagi yang memerah
Seakan turut menangisi suara desis peluru senapan tua,
Tetesan basah daun jati menjadi bukti kekejaman seorang pencuri kecil yang bermata juling
Tangisan dan teriakan tak mampu mengusik kerasnya hati dan kepuasan yang tak pernah terobati

Tidakkah kau ingat cerita Ababil menyelamatkan Makkah?
Tidakkah kau lihat kegagahan lambang negaramu?
Tidakkah kau rasakan manfaat tumbuhan di bumi?

Itu aku,
Mahluk illahi yang hanya minta perlindungan dari insan yang mengaku khalifah di bumi,
Itu aku,
Yang selalu dipaksa memenuhi nafsu yang tak berujung
Itu aku,
Yang selalu bertasbih berdo’a untuk dunia

Oleh : Joko Setiyono





Jumat, 05 Agustus 2011

Auman melayu

kumbang dia


Dinginya angan
Dalam nyanyian petang sang kumbang mengaung
mengumandangkan dendang hati
menari bersama bunga papaya yang menggelayut gantungkan angan
peluh siang ini hilang oleh tiupan bayu sedap membubuh secangkir cerita romantisme dunia
kian lama siluman petang menutup keceriaan yang lengang termakan waktu
kini, sang kumbang hanya bisa menyaksikan papaya pujaan di cumbu dalam dingin sepi,
berharap menyisakan keceriaan untuk esok
dan memunculkan benih cinta yang tetap tumbuh oleh sapuan badai

kumbang taman.com


Dinginya angan
Dalam nyanyian petang sang kumbang mengaung
mengumandangkan dendang hati
menari bersama bunga papaya yang menggelayut gantungkan angan
peluh siang ini hilang oleh tiupan bayu sedap membubuh secangkir cerita romantisme dunia
kian lama siluman petang menutup keceriaan yang lengang termakan waktu
kini, sang kumbang hanya bisa menyaksikan papaya pujaan di cumbu dalam dingin sepi,
berharap menyisakan keceriaan untuk esok
dan memunculkan benih cinta yang tetap tumbuh oleh sapuan badai

Entri Populer